Betapa Mulianya Sifat Abu Bakar Ash-Siddiq Ra


Kepahlawanan Abu Bakar As-Siddiq saat hijrah.

Bercerita tentang pribadi Abu Bakar ash-Shiddiq seolah-olah tiada kata yang bisa menutupnya dan tiada tinta pena yang tercelup yang mampu mengakhirinya. Ia bukanlah seorang nabi, namun sosoknya adalah profil manusia yang luar biasa. Pada dirinya tergabung sifat kelemah-lembutan dan ketegasan, kasih sayang dan keberanian, ketenangan dan cepat serta tepat dalam mengambil keputusan, rendah hati dan kewibawaan, serta toleran namun mampu menghancurkan musuh. Beliau adalah orang yang paling kuat keimanannya setelah para nabi dan rasul. Dan beliau juga adalah orang yang paling mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kecintaan dan kesetiaannya kepada Nabi sangat tampak pada saat ia menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah.
Pada saat Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengizinkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah, para sahabat pun bersegera menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya untuk berhijrah. Mereka tinggalkan kampung halaman mereka menuju daerah yang sama sekali belum mereka kenal sebelumnya. Para sahabat, baik laki-laki atau perempuan, tua dan muda, dewasa maupun anak-anak, mereka beranjak dari Mekah menempuh perjalanan kurang lebih 460 Km menuju Madinah. Mereka melintasi pada gurun yang gersang dan tentu saja terik menyengat.
Di antara mereka ada yang menempuh perjalanan secara sembunyi-sembunyi, ada pula yang terang-terangan. Ada yang memilih waktu siang dan tidak sedikit pula yang menjadikan malam sebagai awal perjalanan.
Ibnu Hisyam mencatat, Abu Bakar adalah salah seorang sahabat yang bersegera memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya untuk berhijrah. Ia meminta izin kepada Rasulullah untuk berhijrah. Namun beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَعْجَلْ، لَعَلَّ اللهُ يَجْعَلُ لَكَ صَاحِبًا
“Jangan terburu-buru. Semoga Allah menjadikan untukmu teman (hijrah).”
Rasulullah berharap agar Abu Bakar menjadi temannya saat berhijrah menuju Madinah. Kemudian Jibril datang mengabarkan bahwa orang-orang Quraisy telah membulatkan tekad untuk membunuh beliau. Jibril memerintahkan agar tidak lagi menghabiskan malam di Mekah.
Nabi segera mendatangi Abu Bakar dan mengabarkannya bahwa waktu hijrah telah tiba untuk mereka. Aisyah radhiallahu ‘anha yang saat itu berada di rumah Abu Bakar mengatakan, “Saat kami sedang berada di rumah Abu Bakar, ada seorang yang mengabarkan kepada Abu Bakar kedatangan Rasulullah dengan menggunakan cadar (penutup muka). Beliau datang pada waktu yang tidak biasa”.
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta izin untuk masuk, dan Abu Bakar mengizinkannya. Beliau bersabda, “Perintahkan semua keluargamu untuk hijrah”. Abu Bakar menjawab, “Mereka semua adalah keluargamu wahai Rasulullah”.
Rasulullah kembali mengatakan, “Sesungguhnya aku sudah diizinkan untuk hijrah”. Abu Bakar menanggapi, “Apakah aku menemanimu (dalam hijrah) wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Iya.”
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunggu malam datang.
Pada malam hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumahnya yang sudah terkepung oleh orang-orang kafir Quraisy. Lalu Allah jadikan mereka tidak bisa melihat beliau dan beliau taburkan debu di kepala-kepala mereka namun mereka tidak menyadarinya. Beliau menjemput Abu Bakar yang tatkala itu sedang tertidur. Abu Bakar pun menangis bahagia, karena menemani Rasulullah berhijrah. Aisyah mengatakan, “Demi Allah! Sebelum hari ini, aku tidak pernah sekalipun melihat seseorang menagis karena berbahagia. Aku melihat Abu Bakar menangis pada hari itu”. Subhanallahu! Perjalanan berat yang mempertaruhkan nyawa itu, Abu Bakar sambut dengan tangisan kebahagiaan.
Kepahlawanan Abu Bakar Saat Hijrah
Pertama: Saat berada di Gua Tsaur.
Dalam perjalanan hijrah, Rasulullah tiba di sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Tsur atau Tsaur. Saat sampai di mulut gua, Abu Bakar berkata, “Demi Allah, janganlah Anda masuk kedalam gua ini sampai aku yang memasukinya terlebih dahulu. Kalau ada sesuatu (yang jelek), maka akulah yang mendapatkannya bukan Anda”. Abu Bakar pun masuk kemudian membersihkan gua tersebut. Setelah itu, Abu Bakar tutup lubang-lubang di gua dengan kainnya karena ia khawatir jika ada hewan yang membahayakan Rasulullah keluar dari lubang-lubang tersebut; ular, kalajengking, dll. Hingga tersisalah dua lubang, yang nanti bisa ia tutupi dengan kedua kakinya.
Bukit Tsaur, yang puncaknya terdapat Gua Tsaur. Bukit inilah yang dulu didaki Nabi dan Abu Bakar dan guanya menjadi tempat persembunyian keduanya.
Bukit Tsaur, yang puncaknya terdapat Gua Tsaur. Bukit inilah yang dulu didaki Nabi dan Abu Bakar dan guanya menjadi tempat persembunyian keduanya.
Setelah itu, Abu Bakar mempersilahkan Rasulullah masuk ke dalam gua. Rasulullah pun masuk dan tidur di pangkuan Abu Bakar. Ketika Rasulullah telah tertidur, tiba-tiba seekor hewan menggigit kaki Abu Bakar. Ia pun menahan dirinya agar tidak bergerak karena tidak ingin gerakannya menyebabkan Rasulullah terbangun dari istirahatnya. Namun, Abu Bakar adalah manusia biasa. Rasa sakit akibat sengatan hewan itu membuat air matanya terjatuh dan menetes di wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rasulullah pun terbangun, kemudian bertanya, “Apa yang menimpamu wahai Abu Bakar?” Abu Bakar menjawab, “Aku disengat sesuatu”. Kemudian Rasulullah mengobatinya.
Kedua: Melindungi Nabi dari teriknya matahari.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Abu Bakar menceritakan hijrahnya bersama Nabi. Kami berjalan siang dan malam hingga tibalah kami di pertengahan siang. Jalan yang kami lalui sangat sepi, tidak ada seorang pun yang lewat. Kumelemparkan pandangan ke segala penjuru, apakah ada satu sisi yang dapat kami dijadikan tempat berteduh. Akhirnya, pandanganku terhenti pada sebuah batu besar yang memiliki bayangan. Kami putuskan untuk istirahat sejenak disana. Aku ratakan tanah sebagai tempat istirahat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, lalu kuhamparkan sehelai jubah kulit dan mempersilahkan beliau untuk tidur di atasnya. Istirahatlah wahai Rasulullah. Beliau pun beristirahat.
Setelah itu, aku melihat keadaan sekitar. Apakah ada seseorang yang bisa dimintai bantuan. Aku pun bertemu seorang penggembala kambing yang juga mencari tempat untuk berteduh. Aku bertanya kepadanya, “Wahai anak muda, engkau budaknya siapa?” Ia menyebutkan nama tuannya, salah seorang Quraisy yang kukenal. Aku bertanya lagi, “Apakah kambing-kambingmu memiliki susu?” “Iya.” Jawabnya. “Bisakah engkau perahkan untukku?” pintaku. Ia pun mengiyakannya.
Setelah diperah. Aku membawa susu tersebut kepada Nabi dan ternyata beliau masih tertidur. Aku tidak suka jika aku sampai membuatnya terbangun. Saat beliau terbangun aku berkata, “Minumlah wahai Rasulullah”. Beliau pun minum susu tersebut sampai aku merasa puas melihatnya.
Lihatlah! Rasa-rasanya kita tidak terbayang, seorang yang kaya, mau bersusah dan berpeluh, menjadi pelayan tak kenal lelah seperti Abu Bakar. Ia ridha dan puas apabila Rasulullah tercukupi, aman, dan tenang.
Ketiga: perlindungan Abu Bakar terhadap Rasulullah selama perjalanan.
Diriwayatkan al-Hakim dalam Mustadrak-nya dari Umar bin al-Khattab, ia menceritakan. Ketika Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari gua. Abu Bakar terkadang berjalan di depan Rasulullah dan terkadang berada di belakang beliau. Rasulullah pun menanyakan perbuatan Abu Bakar itu. Abu Bakar menjawab, “Wahai Rasulullah, kalau aku teringat orang-orang yang mengejar (kita), aku berjalan di belakang Anda, dan kalau teringat akan pengintai, aku berjalan di depan Anda”.
Apa yang dilakukan Abu Bakar ini menunjukkan kecintaan beliau yang begitu besar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia tidak ingin ada sedikit pun yang mengancam jiwa Nabi. Jika ada mara bahaya menghadang, ia tidak ridha kalau hal itu lebih dahulu menimpa Nabi.
Demikianlah dua orang sahabat ini. Rasulullah ingin bersama Abu Bakar ketika hijrah dan Abu Bakar pun sangat mencintai Rasulullah. Inilah kecocokan ruh sebagaimana disabdakan oleh Nabi
الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). Jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berpisah (tidak cocok).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintai Abu Bakar.
عن عمرو بن العاص أن رسول الله بعثه على جيش ذات السلاسل، يقول: فأتيته فقلت: أي الناس أحب إليك؟ قال: “عَائِشَةُ”. قلت: من الرجال؟ قال: “أَبُوهَا”. قلت: ثم من؟ قال: “عُمَرُ”. فعد رجالاً
Dari Amr bin al-Ash, Rasulullah mengutusnya bergabung dalam pasukan Perang Dzatu Salasil. Amr berkata, “Aku mendatangi Nabi dan bertanya kepadanya, ‘Siapakah orang yang paling Anda cintai?’ Beliau menjawab, ‘Aisyah’. Aku kembali bertanya, ‘Dari kalangan laki-laki?’ Beliau menjawab, ‘Bapaknya (Aisyah)’. (HR. Bukhari dan Muslim).
Beliau juga bersabda,
إِنَّ مِنْ أَمَنِّ النَّاسِ عَلَيَّ فيِ صُحْبَتِهِ وَمَالِهِ أَبُوْ بَكْرٍ لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيْلاً غَيْرَ رَبِّيْ لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ وَلَكِن أُخُوَّةُ الْإِسْلاَمِ وَمَوَدَّتُهُ، لاَ يَبْقَيَنَّ فِي الْمَسْجِدِ بَابٌ إِلاَّ سُدَّ إِلاَّ بَابُ أَبِيْ بَكْرٍ
“Sesungguhnya orang yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan kerelaan mengeluarkan hartanya adalah Abu Bakar. Andai saja aku diperbolehkan mengangkat seseorang menjadi kekasihku selain Rabbku, pastilah aku akan memilih Abu Bakar, namun cukuplah persaudaraan seislam dan kecintaan karenanya. Maka tidak tersisa pintu masjid kecuali tertutup selain pintu Abu Bakar saja.” (HR. Bukhari).
Semoga kita dapat meneladani Abu Bakar dalam kecintaan dan pengorbanannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Allah meridhai beliau dan menempatkannya di surga yang penuh dengan kenikmatan.


Sumber:
– Hisyam, Ibnu. as-Sirah an-Nabawiyah. 2009. Beirut: Dar Ibnu Hazm.
– Mubarakfuri, Shafiyurrahman. ar-Rahiq al-Makhtum. 2007. Qatar: Wizarah al-Awqaf wa-sy Syu-uni al-Islamiyah.
– islamstory.com


Ust Khalid Basalamah Apakah Roh Merasakan Saat Kita Ziarah Kubur



Diantara beberapa pertanyaan yang di tujukan kepada Ust. Khalid Basalamah, MA
dari salah satu orang dalam kajiannya, "apakah roh seseorang yang sudah
meninggal itu merasakan saat kita ziarah ke kubur ?"


Beliaumenjawab. "Tentu saja roh merasakan saat orang atau keluarganya
berziarah ke kubur, ada beberapa juga yang disebutkan bahwa sperti
keyakinan kita orang-orang indonesia bahwa setelah kematiannya
seseorang, dan rohnya akan tinggal didalam rumah atau atap rumah selama
40 hari atau lebih"







untuk lebih jelasnya silahkan disimak videonya mudahan bermanfaat, barokallahufiiq.

sumber; video youtube

Cinta Untuk Taat, Bukan Pelanggaran

Cinta Untuk Taat, Bukan Pelanggaran


Oleh: Akmal Fauzi Al-Khawarizmi,
JANGAN percaya ketika ada yang mengatakan cinta, tapi konitmennya hanya sebatas pacaran. Karena tidak ada cinta sebelum terucap ikrar yang menghalalkan.
Ketika ada lelaki yang begitu perhatian dengan kalian, bahkan sering berwasiat dalam ketaatan. Jangan percaya karena dia pun telah melanggar firman Allah untuk menundukkan pandangan dan menjauhkan diri dari mendekati perzinaan.
Ketika ada rasa yang mengatakan cinta dalam angan, apakah kalian bisa menjamin itu adalah cinta sejati dari Tuhan? Ingat cinta itu mendekatkan kepada ketaatan yang berlandasan iman dan ketakwaan. Tapi ketika cinta diorientasikan dengan pacaran, bukankah agama ini mengharamkan segala bentuk perbuatan yang mendekatkan diri kepada perzinaan?
Ketahuilah oleh kalian perasaan yang seolah cinta, yang ada sebelum terucap ikrar suci penyempurna separuh agama itu semua hanya nafsu yang kalian salah artikan sebagai cinta, karena terbuai kenikmatan semu kemaksiatan disebab lemahnya iman. Karena cinta tidak menyeru untuk melanggar firman Allah, justru cinta menyeru untuk taat kepada firman Allah yang tiada kecacatan.
Sadarlah kalian dengan berpacaran tanpa disadari kalian telah mengingkari firman yang tertera di al-Qur’an, dan juga telah mengingkari seruan Rasulullah SAW untuk menjauhi semua tindak yang mendekatkan kepada perzinaan.
Apakah kalian tidak takut akan azab yang hina lagi mengerikan disebab mendekati perzinaan dan lebih-lebih pengingkaran terhadap firman Allah dan seruan Muhammad SAW suri tauladan? Lalu apa bedanya pengingkaran kalian dengan kekafiran? 

Foto: theodysseonline.com


Tafsir Surah An Naba' Ayat 40: Andai Aku Adalah Tanah


PERTANYAAN :
ilustrasi (internet)
Assalamu'alaikum ustadz/ustadzah dalam rangka ikut ngaji dan meramaikan piss-ktb aku mau tanya : Bagaimanakah tafsir Qs. An naba' 78:40? Apakah bisa disebut "tanah sebagai makhluk yang tidak pernah mendapat azab"? Kemudian apakah ada riwayat jika tanah sebagai penghuni surga atau neraka? [M Syukur].

JAWABAN :

Wa'alaykum salaam. Surat an naba' ayat 40 :

وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

Dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah".

- Tafsir Ibnu Katsir (8/311) :

( ويقول الكافر ياليتني كنت ترابا ) أي : يود الكافر يومئذ أنه كان في الدار الدنيا ترابا ، ولم يكن خلق ، ولا خرج إلى الوجود . وذلك حين عاين عذاب الله ، ونظر إلى أعماله الفاسدة قد سطرت عليه بأيدي الملائكة السفرة الكرام البررة ، وقيل : إنما يود ذلك حين يحكم الله بين الحيوانات التي كانت في الدنيا ، فيفصل بينها بحكمه العدل الذي لا يجور ، حتى إنه ليقتص للشاة الجماء من القرناء . فإذا فرغ من الحكم بينها قال لها : كوني ترابا ، فتصير ترابا . فعند ذلك يقول الكافر : ( ياليتني كنت ترابا ) أي : كنت حيوانا فأرجع إلى التراب . وقد ورد معنى هذا في حديث الصور المشهور وورد فيه آثار عن أبي هريرة ، وعبد الله بن عمرو ، وغيرهما . 

(Dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah".)
Maksudnya adalah orang kafir pada hari ini berharap bahwa ketika di dunia dia berupa tanah, tidak menjadi mahkluk dan tidak menjadi ada. Hal ini dikatakn oleh orang kafir ketika telah nyata adzab Allah dan melihat amalan-amalannya yang fasid telah ditulis oleh para malaikat .

Waqila, orang kafir hanya ingin menjadi tanah ketika Allah memberikan keputusan hukum antara para hewan ketika di dunia, dengan hukuman yang adil. Setelah selesai dari memberikan keputusan hukuman diantara mereka maka Allah berfirman :" jadilah tanah " maka hewan tersebut menjadi tanah. Maka ketika itu orang kafir berkata :" Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". Maksudnya aku menjadi hewan dan kembali menjadi tanah. Telah datang makna ini dalam hadits shur yang masyhur, dan atsar dari abu hurairoh, abdulloh bin umar dan selain keduanya.

- Tafsir Al-Baghowiy :

ﻗﺎﻝ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ : ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﺪﺕ ﺍﻷﺭﺽ ﻣﺪ ﺍﻷﺩﻳﻢ ، ﻭﺣﺸﺮﺕ ﺍﻟﺪﻭﺍﺏ ﻭﺍﻟﺒﻬﺎﺋﻢ ﻭﺍﻟﻮﺣﻮﺵ ، ﺛﻢ ﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﻘﺼﺎﺹ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺒﻬﺎﺋﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﺘﺺ للشاﺓ ﺍﻟﺠﻤﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺎﺓ ﺍﻟﻘﺮﻧﺎﺀ ﺗﻨﻄﺤﻬﺎ ، ﻓﺈﺫﺍ ﻓﺮﻍ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺼﺎﺹ ﻗﻴﻞ ﻟﻬﺎ : ﻛﻮﻧﻲ ﺗﺮﺍﺑﺎ ، ﻓﻌﻨﺪ ﺫﻟﻚ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ : ﻳﺎ ﻟﻴﺘﻨﻲ ﻛﻨﺖ ﺗﺮﺍﺑﺎ ﻭﻣﺜﻠﻪ ﻋﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ . 

Abdullah bin amr berkata : Ketika terjadi hari kiamat, bumi memanjang bentangan permukaan tanahnya, hewan-hewan, binatang ternak dan binatang liar dikumpulkan kemudian qishosh diberlakukan antara mereka, sehingga terjadi qishosh untuk hewan tidak bertanduk menanduk hewan yang bertanduk, ketika qishosh telah selesai dikatakan pada hewan-hewan tersebut : "jadilah kalian tanah." 
maka ketika itu orang kafir berkata : "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah"

ﻭﻗﺎﻝ ﻣﻘﺎﺗﻞ : ﻳﺠﻤﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻮﺣﻮﺵ ﻭﺍﻟﻬﻮﺍﻡ ﻭﺍﻟﻄﻴﺮ ﻓﻴﻘﻀﻲ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﺘﺺ ﻟﻠﺠﻤﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﻧﺎﺀ ، ﺛﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻬﻢ : ﺃﻧﺎ خلقتكم ﻭﺳﺨﺮﺗﻜﻢ ﻟﺒﻨﻲ ﺁﺩﻡ ﻭﻛﻨﺘﻢ ﻣﻄﻴﻌﻴﻦ ﺇﻳﺎﻫﻢ ﺃﻳﺎﻡ ﺣﻴﺎﺗﻜﻢ ، ﻓﺎﺭﺟﻌﻮﺍ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺬﻱ [ ص : 319 ] ﻛﻨﺘﻢ ، ﻛﻮﻧﻮﺍ ﺗﺮﺍﺑﺎ ، ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻟﺘﻔﺖ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ ﺇﻟﻰ ﺷﻲﺀ ﺻﺎﺭ ﺗﺮﺍﺑﺎ ، ﻳﺘﻤﻨﻰ ﻓﻴﻘﻮﻝ : ﻳﺎ ﻟﻴﺘﻨﻲ ﻛﻨﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻲ ﺻﻮﺭﺓ خنزﻳﺮ ، ﻭﻛﻨﺖ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺗﺮﺍﺑﺎ . 

Muqotil berkata : Allah mengumpulkan hewan liar, binatang ternak dan burung kemudian diputuskan di antara mereka sehingga terjadi qishosh bagi hewan tidak bertanduk terhadap hewan bertanduk. Kemudian Allah berfirman kepada mereka : "Aku telah menciptakan kalian, dan menundukkan kalian bagi umat manusia, dan kalian patuh pada mereka selama hidup kalian, maka kembalilah kalian menjadi sedia kala, jadilah kalian tanah". Ketika orang kafir memandang pada sesuatu yang telah berubah menjadi tanah, orang kafir berharap dan berkata : "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu di dunia adalah babi, dan hari ini aku menjadi tanah". Wallohu a'lam. [Mujaawib : Ust Mas Hamzah, ]



Aplikasi Adzan Untuk Android

ilustrasi (internet)
Aplikasi Islam adalah aplikasi yang bertujuan untuk membantu pengguna handphone android atau IOS dalam kewajiban Islam.
Aplikasi-aplikasi ini memungkinkan kita untuk lebih tahu dan lebih mengenal apa itu Islam dan belajar, juga lebih banyak lagi yang bisa membantu kita untuk menambah pengetahuan kita tentang Islam kita.
Kita bisa membaca Al-quran jaga bisa mempelajarinya lewat aplikasi tertentu, kita juga dapat menguji pengetahuan kita tentang Islam dengan mengambil kuis Islam mendengar Surah atau radio.
kita juga dapat mendengar doa atau adzan tepat waktu di handphone kita menurut zona waktu yang telah kita setting di handphone kita, juga bisa melihat masjid terdekat melalui google dan maps.

sperti contoh dibawah ini: 


al-muazzin
Ini adalah salah satu aplikasi yang bisa mengingatkan kita akan sholat kita tepat waktu meski kita jauh dari masjid dan tidak mendengar suara adzan.
install aplikasi ini di handphone kalian dan setting zona waktu tempat kalian tinggal maka aplikasi ini akan melantunkan adzan di handpone kalian tepat waktu meski kalian tidak terhubung dengan Internet sekalipun.

Dengan aplikasi ini juga kalian bisa melihat masjid terdekat tapi dengan syarat handpone kita terhubung dengan internet untuk yang satu ini, aplikasinya mudah diguanakan dan sangat simple. 


download

semoga dengan ini kita bisa mendekatkan diri kepada agama kita 
barokallahufiiq.



IIA Menghancurkan Helikopter militer Afganistan Dalam Serangan Bom Ranjau

Imarah Islam Afganistan menghancurkan helikopter militer Afganistan dalam serangan bom ranjau

KUNAR - Imarah Islam Afghanistan (IIA) menghancurkan sebuah helikopter milik tentara boneka Afghanistan saat mendarat di pangkalan Angkatan Darat terpencil di provinsi timur laut Kunar akhir bulan lalu. Pemerintah Afghanistan sebelumnya mengklaim helikopter itu rusak dalam pendaratan darurat. Serangan ini dikumpulkan IIA dalam sebuah video,lansir LWJ.
Video yang diproduksi oleh Al Emarah, media resmi dari IIA, dirilis Jum'at (15/4/2016) oleh juru bicara IIA Zabihullah Mujahid.
IIA mengatakan helikopter transportasi Mi-8, dihancurkan oleh bom rakitan atau alat peledak improvisasi, saat mendarat di sebuah pos di puncak bukit di distrik Nari di Kunar pada 24 Maret. Menurut IIA, 21 tentara boneka Afghanistan tewas dalam serangan itu.
Video ini didokumentasikan oleh para pejuang IIA yang mencatat serangan itu, saat helikopter mendarat di pangkalan kecil. Dalam waktu 30 detik setelah mendarat, sebuah ledakan besar menggulingkan pesawat, dan benar-benar hancur. Ledakan itu mungkin disebabkan oleh bom yang ditempatkan di bawah pesawat, karena ledakan tampaknya berasal dari bawah helikopter.
Penempatan bom ranjau yang berada di helikopter yang mendarat di pangkalan itu menunjukkan keamanan sangat lemah pada pos, tim IIA yang merekam video dan kemungkinan meledakkan bom itu dari lokasi di dekat basis, menunjukkan bahwa pasukan Afghanistan tidak berpatroli
Pemerintah boneka Afghanistan membantah klaim awal bahwa helikopter itu dihancurkan oleh IIA. Pada tanggal 29 Maret, Gubernur boneka Kunar Wahidulllah Kalimzai berkata kepadaPajhwok News bahwa helikopter mendarat di pos karena beberapa kesalahan teknis.
"Helikopter itu membawa logistik untuk pos-pos keamanan dan melakukan pendaratan darurat di pangkalan militer setelah mengembangkan beberapa kesalahan teknis," katanya, menurut Pajhwok . Ia juga mengklaim bahwa awak pesawat tidak terluka dalam apa yang disebut pendaratan darurat. 


Sumber: Arrahmah.com

Siapakah Diantara Sahabat Yang Paling Berani

Al-Bazzar meriwayatkan dalam kitab masnatnya dari Muhammad bin Aqil katanya , "pada suatu hari Ali bin Abi Thalib pernah berhutbah dihadapan para kaum Muslimin dan berkata, " Hai kaum Muslimin siapakah yang paling berani ?". Jawab mereka: " engkau adalah yang paking berani wahai Amiril Mukminin. Ali pun berkata, " bukan aku yang paling berani mekainkan Abu Bakar. Ketika kami membuatkan Nabi Muhammad SAW gubuk di medan badar, kami menanyakan siapakah yang berani menemani Muhammad SAW dan menjaganya dari serangan kaum musyrik maka tak ada seorang pun yang berani. Disaat itu yang tiada orang berani melainkan Abu Bakar. Saat itu beliau menghunus pedangnya di hadapan Nabi Muhammad SAW untuk membunuh siapa saja yang berani mendekati gubuk Rasulullah SAW. Itulah orang yang paling berani.

"Pada suatu hari juga pernah aku menyaksikan ketika Nabi Muhammad SAW sedang berjalan kaki di kota Makkah dan di halau oleh orang musyrik dan menghalau dan menyakiti beliau sambil berkata, "Apakah kamu menjadikan beberapa tuhan menjadi satu tuhan ?". Disaat itu tak ada seorang pun yang berani membela Nabi Muhammad SAW selain Abu Bakar. Beliau maju kedepan sambil memukul mereka sambil berkata, "Apkah kamu hendak membunuh orang yeng bertuhankan Allah? .

Kemudian sambil mengangkat kain selsndangnya dan mengusap air mata Rasulullah SAW. Kemudian ali berkata. Adakah orang yang beriman dari kaum Firaun yang melebihi Abu Bakar". Dan semua kaum Muslimin tidak ada yang menjawab.

Kemudian Ali berkata lagi, " sesaat dengan Abu Bakar lebih baik dari pada orang-orang yang beriman dari kaum Firaun hanya menyembunyikan imannya sedangkan Abu Bakar memperlihatkan imannya.

Allahua'lam Bissawab..
Barokallahufiiq...




Ayat Al-Quran, Sindiran Yang Tak Juga Bermanfaat

Bersama Ayat, Sindiran Tak Juga Bermanfaat

puing-puing Madinah al-Zahra di Kordoba, Spanyol

Ada benarnya orang yang menyatakan bahwa hati itu ibarat gerbang benteng yang hanya dibuka dari arah dalam. Tidak ada yang bisa membuka gerbang hati, baik dengan argumen atau emosi. Hanya Sang Pemilik Hatilah –Allah yang punya kuasa atas hati. Artinya, membuka hati seseorang untuk menerima pendapat kita itu sulit. Lebih sulit lagi jika caranya tak tepat.

Abdurrahman al-Nashir atau juga yang dikenal dengan Abdurrahman III adalah seorang khalifah masyhur zaman Daulah Bani Umayyah II yang menguasai Andalusia. Naik tahta di usia 22 tahun, Abdurrahman al-Nashir berhasil berkuasa selama 50 tahun. Sejak tahun 300-350 H (913-963 M). Ia seorang yang shaleh.
Pernah saat kemarau panjang melanda Andalusia, Abdurrahman III berdoa dengan khusyuk, berpakaian lusuh, dan debu mengotori kepala dan sekitar jenggotnya. Ia menangis mengakui dosa-dosanya sambil bermunajat, “Ya Allah, apakah Engkau akan terus menyiksa rakyatku karena dosa-dosaku? Engkau adalah sebaik-baik pemberi keputusan. Tak satu pun dosaku yang terlewatkan dari-Mu.” Sepulangnya masyarakat dari shalat istisqa yang dipimpin oleh Qadhi Mundzir bin Said, hujan pun turun dengan derasnya.
Di sisi lain, Abdurrahman III juga gemar dengan arsitektur dan kemegahan bangunan. Proyek terbesarnya adalah membangun Madinah al-Zahra (325 H/937 M). Selama 40 tahun ia disibukkan dengan istana megah ini.

Membanggakan Madinah al-Zahra
Suatu hari, Abdurrahman al-Nashir berbincang santai bersama para pejabatnya. Ia menanyai mereka semua, “Pernahkah kalian melihat atau mendengar bahwa raja sebelumku telah melakukan seperti yang telah aku lakukan dan membangun seperti yang aku bangun?”
Mereka menjawab, “Tidak pernah. Demi Allah, engkau satu-satunya di bidang ini. Tidak ada yang menandingimu. Tidak seorang raja pun pernah meraih seperti pencapaianmu.”
Salah seorang ulama yang bernama al-Mundzir bin Said masuk ke ruangan. Ia bersedih dan menangis melihat keadaan rajanya. Kemudian menasihatinya hingga membawakan ayat:
“Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.” (QS:Az-Zukhruf | Ayat: 33).
Al-Nashir langsung terdiam. Kepalanya tertunduk. Ia menangis, lalu menoleh ke arah sang qadhi dan berkata, “Semoga Allah membalas seluruh kebaikanmu terhadap kami, dirimu sendiri, dan kaum muslimin. Semoga Allah menambah banyak orang-orang sepertimu. Bernar apa yang kau katakana tadi.” Setelah itu, al-Nashir memerintahkan agar emas dan perak yang di atap Istana al-Zahra dihilangkan dan dikembalikan lagi seperti sediakala. Ia memohon ampunan kepada Allah dan menyesali semua tindakannya. Tapi, itulah dunia:
Dialah dunia, berkata dengan sepenuh mulutnya
Hati-hatilah… Hati-hatilah dari serangan dan sergapanku
Janganlah kalian terperdaya dengan senyumku
Karena ucapanku menggelikan dan perbuatanku membuat tangis

Menyindir Khalifah Dalam Khutbah
Saking seriusnya memperhatikan pembangunan Istana al-Zahra, al-Nashir sampai terlambat menghadiri shalat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut. Ini membuat al-Mundzir berniat mengingatkan al-Nashir lewat khutbah yang berisi nasihat santun dan bijak. Setelah memuji Allah ﷻ dan bershalawat kepada Rasulullah ﷺ, al-Mundzir mengawali khotbahnya dengan firman Allah ﷻ,
“Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, dan kebun-kebun dan mata air, sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar”. Mereka menjawab: “Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat.” (QS:Asy-Syu’araa | Ayat: 128).

Al-Mundzir menyambung ayat tadi dengan ayat, “Perhiasan dunia itu hanya sedikit, sementara akhirat itu lebih banyak bagi orang yang bertakwa”. Ia juga mencela praktik membangun bangunan secara berlebihan dengan kata-kata yang tegas dan pedas, lalu membaca ayat, “Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS:At-Taubah | Ayat: 109).

Al-Mundzir terus memberi peringatan dengan membawa ayat-ayat Alquran. Semua yang hadir pun menundukkan kepala, termasuk al-Nashir. Al-Nashir tahu bahwa perkataan al-Mundzir ditujukan pada dirinya. Al-Nashir menangis, menyesali tindakan berlebih-lebihannya dalam membangun istana. Hanya saja, hatinya belum bisa menerima dengan lapang semua kritik pedas dan nasihat tersebut. Ia mengeluh kepada anaknya, al-Hakam, “Demi Allah, khutbah al-Mundzir ditujukan kepadaku. Ya, itu pasti untukku. Tetapi ia terlalu berlebihan menyinggunggku dan mengkritikku, juga tidak santun menasihatiku. Hatiku gelisah dan mengeras karenanya.”
Al-Nashir lalu bersumpah tidak akan lagi shalat Jumat di belakang al-Mundzir. Ia lebih memilih shalat Jumat dengan diimami oleh Ahmad bin Mutharrif, khatib Masjid Agung Kordoba. Tapi al-Nashir tidak mencopot al-Mundzir sebagai imam masjid. Ia mengakui banyak kebenaran yang keluar dari lisan al-Mundzir.





Pustaka:
Suwaidan, Tariq. 2015. Al-Andalus: al- Tarikh al-Musawwar Terj: Dari Puncak Andalusia. Jakarta: Zaman.

 

KAMMI Desak Polri Usut Pelanggaran HAM Densus 88



Jakarta. Di tengah sorotan publik terhadap kasus tewasnya Siyono (34), Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) merasa perlu mengajak masyarakat menilik kinerja Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88).

Dalam hal ini, Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI Aza El Munadiyan menilai sepak terjang Densus 88 dalam menangkap terduga teroris mengarah pada pelanggaran HAM.

“Sama-sama kita ketahui bahwa setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat kemanusiaan,” kata Aza.

Semestinya, lanjut Aza, dalam melakukan penindakan Densus 88 harus mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Bukan malah sebaliknya, Densus 88 malah melakukan tindakan yang lebih mirip dengan penculikan tanpa disertai surat penangkapan. Lebih parah lagi, mereka tak segan-segan melakukan pemukulan, penyiksaan, dan sebagainya,” ujarnya.

Dengan demikian, imbuh Aza, korelasi antara kinerja Densus 88 dengan perkembangan HAM di Indonesia justru berbanding terbalik. Aza menyebut tidak adanya proses rehabilitasi terduga teroris yang kemudian tak terbukti terlibat tindakan teror bisa menghambat penegakan HAM di Indonesia.

“Selama ini Densus 88 hanya melepas begitu saja mereka yang belakangan terbukti tidak bersalah. Tidak ada upaya rehabilitasi nama baik dari Densus 88 terhadap korban salah tangkap dalam beberapa kasus tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, sambung Aza, KAMMI mendesak Polri untuk memeriksa secarafair puluhan anggota Densus 88 sehubungan penyiksaan para terduga teroris yang pernah terjadi.

Laporan Komnas HAM yang menyatakan terjadinya pelanggaran HAM oleh sejumlah anggota Densus 88 patut jadi referensi Polri.

“Jika tindakan penangkapan terduga teroris masih seperti itu caranya, jangan salahkan kalau itu tidak membuat jera kelompok teroris sesungguhnya. Bisa jadi itu malah membuat mereka kian tertantang,” pungkasnya. 





Sumber: dakwatuna


Wafatnya Rasulullah SAW

Wafatnya Rasulullah



Rasulullah ﷺ kembali dari haji wada’ setelah Allah ﷻ menurunkan firman-Nya,
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ. وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا.
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS:An-Nashr | Ayat: 1-3).
Setelah itu, Rasulullah ﷺ mulai mengucapkan kalimat dan melakukan sesuatu yang menyiratkan perpisahan. Beliau ﷺ bersabda pada haji wada’
لتأخذوا عني مناسككم لعلي لا ألقاكم بعد عامي هذا
“Pelajarilah dariku tata cara haji kalian, bisa jadi aku tidak berjumpa lagi dengan kalian setelah tahun ini.” (HR. al-Bukhari, 4430).
Kemudian di Madinah, beliau berziarah ke makam baqi’, mendoakan keluarganya. Juga menziarahi dan mendoakan syuhada Perang Uhud. Beliau juga berkhotbah di hadapan para sahabatnya, berucap pesan seorang yang hendak wafat kepada yang hidup.
Pada akhir bulan Shafar tahun 11 H, Nabi ﷺ mulai mengeluhkan sakit kepala. Beliau merasakan sakit yang berat. Sepanjang hari-hari sakitnya beliau banyak berwasiat, di antaranya:
Pertama: Beliau ﷺ mewasiatkan agar orang-orang musyrik dikeluarkan dari Jazirah Arab (HR. al-Bukhari, Fathul Bari, 8/132 No. 4431).
Kedua: Berpesan untuk berpegang teguh dengan Alquran.
Ketiga: Pasukan Usamah bin Zaid hendaknya tetap diberangkatkan memerangi Romawi.
Keempat: Berwasiat agar berbuat baik kepada orang-orang Anshar.
Kelima: Berwasiat agar menjaga shalat dan berbuat baik kepada para budak.
Beliau ﷺ mengecam dan melaknat orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid. Lalu beliau melarang kubur beliau dijadikan berhala yang disembah.
Di antara pesan beliau ﷺ adalah agar orang-orang Yahudi dikeluarkan dari Jazirah Arab. Sebagaimana termaktub dalam Musnad Imam Ahmad, 1/195.
Beliau ﷺ berpesan kepada umatnya tentang dunia. Janganlah berlomba-lomba mengejar dunia. Agar dunia tidak membuat umatnya binasa sebagaiman umat-umat sebelumnya binasa karena dunia.
Dalam keadaan sakit berat, beliau tetap menjaga adab terhadap istri-istrinya, dan adil terhadap mereka. Nabi ﷺ meminta izin pada istri-istrinya untuk dirawat di rumah Aisyah. Mereka pun mengizinkannya.
Karena sakit yang kian terasa berat, Nabi ﷺ memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami masyarakat. Abu Bakar pun menjadi imam shalat selama beberapa hari di masa hidup Rasulullah ﷺ.
Sehari sebelum wafat, beliau bersedekah beberapa dinar. Lalu bersabda,
لا نورث، ما تركناه صدقة
“Kami (para nabi) tidak mewariskan. Apa yang kami tinggalkan menjadi sedekah.” (HR. al-Bukhari dalam Fathul Bari, 12/8 No. 6730).
Pada hari senin, bulan Rabiul Awal tahun 11 H, Nabi ﷺ wafat. Hari itu adalah waktu dhuha yang penuh kesedihan. Wafatnya manusia sayyid anaknya Adam. Bumi kehilangan orang yang paling mulia yang pernah menginjakkan kaki di atasnya.
Aisyah bercerita, “Ketika kepala beliau terbaring, tidur di atas pahaku, beliau pingsan. Kemudian (saat tersadar) mengarahkan pandangannya ke atas, seraya berucap, ‘Allahumma ar-rafiq al-a’la’.” (HR. al-Bukhari dalam Fathul Bari, 8/150 No. 4463).
Beliau memilih perjumpaan dengan Allah ﷻ di akhirat. Beliau ﷺ wafat setelah menyempurnakan risalah dan menyampaikan amanah.
Berita di pagi duka itu menyebar di antara para sahabat. Dunia terasa gelap bagi mereka. mereka bersedih karena berpisah dengan al-Kholil al-Musthafa. Hati-hati mereka bergoncang. Tak percaya bahwa kekasih mereka telah tiada. Hingga di antara mereka menyanggahnya. Umar angkat bicara, “Rasulullah ﷺ tidak wafat. Beliau tidak akan pergi hingga Allah memerangi orang-orang munafik.” (Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 8/146).
Abu Bakar hadir, “Duduklah Umar”, perintah Abu Bakar pada Umar. Namun Umar menolak duduk. Orang-orang mulai mengalihkan diri dari Umar menuju Abu Bakar. Kata Abu Bakar, “Amma ba’du… siapa di antara kalian yang menyembah Muhammad ﷺ, maka Muhammad telah wafat. Siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan wafat. Kemudian ia membacakan firman Allah,
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS:Ali Imran | Ayat: 144).
Mendengar ayat yang dibacakan Abu Bakar, orang-orang seakan merasakan ayat itu baru turun hari itu. Mereka begitu larut dalam kesedihan. Mereka merasakan kosong. Bagaimana tidak, mereka ditinggal orang yang paling mereka cintai. Orang yang mereka rindu untuk berjumpa setiap hari. Orang yang lebih mereka cintai dari ayah, ibu, anak, dan semua manusia. Mereka lupa akan ayat itu. Dan mereka diingatkan oleh Abu Bakar, seorang yang paling kuat hatinya di antara mereka.
Penutup
Para ulama sepakat bahwa Nabi ﷺ wafat pada hari sendin tahun 11 H. Namun berbeda pendapat tentang tanggal wafatnya Nabi ﷺ. Mayoritasnya berpendapat tanggal 12 Rabiul Awal. Sebagian menyatakan tanggal 12 tidak tepat, karena haji wada’ terjadi pada hari Jumat. Melihat urut hari sejak itu, maka tanggal 12 Rabiul Awal tidak tepat jika dikatakan hari senin.
Perbedaan pendapat ulama juga terjadi pada tanggal kelahiran beliau ﷺ. Bahkan perbedaannya lebih banyak: antara tanggal 2 Rabi’ul Awal, tanggal 8, 10, 12, 17 Rabiul Awal, dan 8 hari sebelum habisnya bulan Rabi’ul Awal. Berdasarkan penelitian ulama ahli sejarah Muhammad Sulaiman Al Mansurfury dan ahli astronomi Mahmud Basya disimpulkan bahwa hari senin pagi yang bertepatan dengan permulaan tahun dari peristiwa penyerangan pasukan gajah dan 40 tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan atau bertepatan dengan 20 atau 22 april tahun 571, hari senin tersebut bertepatan dengan tanggal 9 Rabi’ul Awal. Allahu a’lam.



Menggapai Syurga

Menggapai Syurga 



Rasulullah SAW bersabda: Gapailah syurga dengan kesungguhanmu, dan larilah dari siksa neraka dengan kesungguhanmu. sesunguhya syurga itu tidak pernah tidur bagi siapapun yang bersungguh-sungguh mencarinya. Neraka juga tidak pernah tidur bagi setiap orang yang ingin lari dari siksa neraka. Dan sesungguhnya syurga itu dikelilingi oleh segala kenikmatan dan syahwat.

Diceritakan Nabi Musa AS bermunajat kepada Allah SWT, lalu beliau bertanya,"wahai Tuhanku,kau ciptakan makhluk dan juga kenikmatannya. Kau beri mereka rezeki, kaku ciptakan kiamat dan ada syurga juga neraka, kenapa tidak semuanya kau masukkan kedalam syurga saja?,

kemudian Allah menjawab "wahai Musa bangkit dan tanamlah padi, kemudian sirami setelah itu panenlah". Lalu Nabi Musa mulai menanam dan menyirami padi hingga masuk masa panen. Allah SWT bertanya kepada Nabi Musa AS: "wahai Musa, bagaimana hasil panennya?, Nabi Musa pun menjawab: "wahai Tuhanku, semua padi telah saya panen. Lalu Allah SWT kembali bertanya: "adakah diantara padi-padi yang kau panen itu kau tinggalkann?. Kemudia Nabi Musa menjawab: "Tidak ada satupun yang kami tinggalka kecuali hanya beberapa padi saja yang tidak ada isinya. "Lalu Allah pun menjawab, "Begitu pula aku wahai Musa. Aku tidak akan memasukkan orang yang tidak ada isinya ke dalam syurga..




Sumber: Kisah Nabi dan Sahabat

Kisah Nabi Muhammad Bagaimana Mengajar Kita Keluar Dari Kemiskinan

Kisah Nabi Muahammad SAW Megajarkan Kita Keluar Dari Kemiskinan



Pada suatu hari seorang lelaki Ansar datang kepada Nabi Muhammad SAW dan meminta bantuan.

Baginda pun bertanya, "Apakah kamu mempunyai sesuatu dirumah?"

Lelaki Ansar menjawab, "Ya ada, yaitu pakaian kasar yang dapat mengalas punggung unta, sehelai pakaian dan ada sehelai yang dihamparkan. Dan juga bekas minum.

Rasulullah SAW pun terus berkata. "Bawa keduanya kepadaku".

Maka lelaki Ansar itu pun pulang dan membawa kedua-duanya kepada Rasulullah SAW lantas Baginda mengambil keduanya dan berkata kepada orang ramai, "Siapa yang mau membeli kedua barang ini?.

Seorang lelaki menjawab, "Saya akan membelinya dengan 1 dirham".

Rasulullah pun berkata dan mengulanginya beberapa kali, "Siapa yang mahu membelinya dengan 2 dirham".

Seorang pun menjawab, "Saya mahu membelinya dengan 2 dirham".

Dan Rasulullah pun mengambil 2 dirham tersebut dan memberikannya kepada lelaki Ansar lalu berkata. "Berilah makanan 1 dirham untuk keluargamu dan 1 dirhamnya lagi belilah (mata) kapak dan bawalah kepadaku".

Lelaki Ansar pun melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Baginda Rasulullah SAW dan memberikan (mata) kapak tersebut kepada Rasulullah.

Kemudian Rasulullah memasangkan (mata) kapak tersebbut denga kayu dan memberikan nya kepada lelaki Ansar lalu berkata. "Nah, bawalah kapak ini dan pergilah mencari kayu.

Lelaki Ansarpun pergi mencari kayu dan menjualnya. Selepas 15 hari lelaki Ansar itu datang kepada Rasulullah dan membawa 15 dirham ditangannya.

Raulullah pun berkata. "Berilah makanan dan sisanya beli pakaian". Seungguhnya ini adalah lebih baik dari diri kamu datang meminta-minta karena perbuatan meminta-minta itu akan merusakan wajah kamu pada hari akhirat. Sesungguhnya meminta-minta itu hanya untuk orang-orang yang sangat miskin.