
Oleh: Akmal Fauzi Al-Khawarizmi,
JANGAN percaya ketika ada yang mengatakan cinta, tapi konitmennya hanya sebatas pacaran. Karena tidak ada cinta sebelum terucap ikrar yang menghalalkan.
Ketika ada lelaki yang begitu perhatian dengan kalian, bahkan sering berwasiat dalam ketaatan. Jangan percaya karena dia pun telah melanggar firman Allah untuk menundukkan pandangan dan menjauhkan diri dari mendekati perzinaan.
Ketika ada rasa yang mengatakan cinta dalam angan, apakah kalian bisa menjamin itu adalah cinta sejati dari Tuhan? Ingat cinta itu mendekatkan kepada ketaatan yang berlandasan iman dan ketakwaan. Tapi ketika cinta diorientasikan dengan pacaran, bukankah agama ini mengharamkan segala bentuk perbuatan yang mendekatkan diri kepada perzinaan?
Ketahuilah oleh kalian perasaan yang seolah cinta, yang ada sebelum terucap ikrar suci penyempurna separuh agama itu semua hanya nafsu yang kalian salah artikan sebagai cinta, karena terbuai kenikmatan semu kemaksiatan disebab lemahnya iman. Karena cinta tidak menyeru untuk melanggar firman Allah, justru cinta menyeru untuk taat kepada firman Allah yang tiada kecacatan.
Sadarlah kalian dengan berpacaran tanpa disadari kalian telah mengingkari firman yang tertera di al-Qur’an, dan juga telah mengingkari seruan Rasulullah SAW untuk menjauhi semua tindak yang mendekatkan kepada perzinaan.
Apakah kalian tidak takut akan azab yang hina lagi mengerikan disebab mendekati perzinaan dan lebih-lebih pengingkaran terhadap firman Allah dan seruan Muhammad SAW suri tauladan? Lalu apa bedanya pengingkaran kalian dengan kekafiran?
Foto: theodysseonline.com